Minggu, 31 Oktober 2010

MISTERI DIBALIK KEMATIAN MBAH MARIDJAN

Misteri Dibalik Kematian Mbah Maridjan

Inna lillahi wainna ilaihi roji'un. Berita terkini dan terbaru dari korban yang tewas akibat meletusnya Gunung Merapi. Korban tewas atau meninggal terus berjatuhan akibat Gunung Merapi meletus pada hari Selasa, 26 Oktober 2010. Salah satu korban meninggal akibat meletusnya Gunung Merapi adalah sang juru kunci, Mbah Maridjan. Mbah Maridjan meninggal dalam usia 83 tahun. Mbah Maridjan ditemukan wafat atau meninggal di dapur rumahnya dalam posisi sujud pukul 05.00 WIB, pada hari ini, Rabu tanggal 27 Oktober 2010. Tubuh sang juru kunci Gunung Merapi itu penuh luka bakar akibat awan panas dan sepertinya inilah yang menjadi penyebab Mbah Maridjan tewas atau meninggal. Gambar di atas adalah foto atau gambar jenazah Mbah Maridjan saat meninggal dalam posisi sujud di dapur rumahnya setelah dievakuasi. Begitu mengharukan sekaligus membuat kita bangga akan sosok seorang pemimpin.
Jenazah Mbah Maridjan kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Dr Sarjito Yogyakarta. Lokasi kediaman Mbah Marijan terletak di Dukuh Kinahrejo, Desa Umbulharjo, Cangkringan, Sleman. Kediaman juru kunci bergelar Mas Panewu Suraksohargo itu hanya lima kilometer dari puncak letusan Gunung Merapi yang sebenarnya sangat membahayakan keselamatan Mbah Maridjan. Penyebab kematian Mbah Maridjan sendiri sepertinya bakal menjadi misteri, atau malah jadi bagian dari Misteri Gunung Merapi.
Saat ditemukan tewas, tubuh Mbah Maridjan penuh dengan luka bakar. Namun untuk memastikan, tim medis juga melakukan tes DNA. Dokter dari kepolisian juga memeriksa DNA anak Mbah Maridjan. Mbah Maridjan menjadi kuncen Gunung Merapi atas titah dari Sultan Hamengkubuwono IX. Namun SK-nya sebagai penjaga Merapi keluar di masa Sri Sultan Hamengku Buwono X. Informasi juga beredar kalau Sri Sultan Hamengkubuwono X akan mengunjungi RS Sardjito Yogyakarta.
Kemarin malam, Mbah Maridjan sempat ditemui tim evakuasi. Ketika diajak meninggalkan rumahnya, ia menolak. Sebagai juru kunci, Mbah Marijan tak pernah mau meninggalkan Gunung Merapi. Lelaki renta berusia 83 tahun ini pernah mengatakan, "Kalau saya ikut ngungsi akan ditertawakan anak ayam". Beliau memang contoh seorang pemimpin yang bertanggung jawab. Kami dari SlideGossip mengucapkan turut berduka cita atas meninggalnya Mbah Maridjan dan para korban lain dalam musibah meletusnya Gunung Merapi.

Minggu, 15 Agustus 2010

Pergaulan secara Islami

 Pergaulan secara Islami.
  Pergaulan adalah satu cara seseorang untuk bersosialisasi dengan lingkungannya. Bergaul dengan orang lain menjadi satu kebutuhan yang sangat mendasar, bahkan bisa dikatakan wajib bagi setiap manusia yang “masih hidup” di dunia ini. Sungguh menjadi sesuatu yang aneh atau bahkan sangat langka, jika ada orang yang mampu hidup sendiri. Karena memang begitulah fitrah manusia. Manusia membutuhkan kehadiran orang lain dalam kehidupannya.
   Tidak ada mahluk yang sama seratus persen di dunia ini. Semuanya diciptakan Allah berbeda-beda. Meski ada persamaan, tapi tetap semuanya berbeda. Begitu halnya dengan manusia. Lima milyar lebih manusia di dunia ini memiliki ciri, sifat, karakter, dan bentuk khas. Karena perbedaan itulah, maka sangat wajar ketika nantinya dalam bergaul sesama manusia akan terjadi banyak perbedaan sifat, karakter, maupun tingkah laku. Allah mencipatakan kita dengan segala perbedaannya sebagai wujud keagungan dan kekuasaan-Nya.
   Perbedaan bangsa, suku, bahasa, adat, dan kebiasaan menjadi satu paket ketika Allah menciptakan manusia, sehingga manusia dapat saling mengenal satu sama lainnya. Sekali lagi . tak ada yang dapat membedakan kecuali ketakwaannya.